Sabtu, 26 Oktober 2013

Kunci dalam Menghafal dan Mengingat

Kunci dalam Menghafal dan Mengingat

Seorang penuntut ilmu hendaknya mengetahui bahwa menuntut ilmu itu memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui. Ia harus memulai dari yang paling penting kemudian yang penting. Ia tidak boleh tergesa-gesa, bahkan ia harus bersabar dan mengetahui kadar kemampuan dirinya. Para ulama kita tidak pernah melewati dan menyimpang dari tahapan menuntut ilmu karena bertahap dalam menuntut ilmu adalah jalan selamat untuk memperoleh ilmu.

Bertahap dalam menuntut ilmu ini berdasarkan firman Allah Tabaaraka wa Ta'ala,

"Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap."
(Q.S. Al-Israa' : 106)
 
Dan firman Allah Ta'ala,
 
"Dan orang-orang kafir berkata: 'Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?' Demikianlah agar Kami memperteguhkan hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar)."
(Q.S. Al-Furqaan : 32)
 
Seorang penuntut ilmu hendaklah memprioritaskan dirinya untuk menghafalkan Al-Qur'an kemudian hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikianlah yang dinasihatkan oleh para ulama kepada orang yang hendak menimba ilmu dari mereka.
 
Ada beberapa hal penting yang dapat membantu penuntut ilmu dalam menghafalkan dan mengingat al-Qur'an, hadits, maupun pelajaran dengan suatu gambaran yang baik, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Mengikhlaskan niat karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari-Nya.
  2. Bertakwa kepada Allah dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi hal-hal yang diharamkan dan dilarang oleh-Nya.
  3. Memanfaatkan masa muda untuk menghafal, karena seseorang yang menghafalkan al-Qur'an di usia muda, akan disatukan darah dan dagingnya (akan dilekatkan dalam dirinya) dengan al-Qur'an oleh Allah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Barangsiapa yang mempelajari al-Qur'an di masa kecil, Allah akan mencampurkan dengan daging dan darahnya." (Hadits riwayat Bukhari).
  4.  Tidak menunda-nunda kesempatan untuk mulai menghafal.
  5. Memilih waktu yang terbaik untuk menghafal. Hal ini mungkin berbeda-beda keadaannya pada setiap individu. Ada yang merasa nyaman untuk menghafal di waktu pagi, ada juga yang lebih suka untuk menghafal di malam hari.
  6. Memilih tempat yang terbaik untuk menghafal. Imam Ibnu Jama'ah mengatakan (beliau menukil dari al-Khatib) "Tempat yang paling baik untuk menghafal adalah kamar dan setiap tempat yang jauh dari hal-hal yang membuat lalai." Beliau berkata, "Tidak baik apabila menghafal di tempat yang terdapat tumbuhan, di sekitar pohon-pohon yang menghijau, di tepi sungai, di tengah jalan, dan di tempat bising karena hal itu (umumnya) dapat mencegah kosongnya hati (untuk menghafal)." [1]
  7. Tidak menghafal pada saat lapar, haus, capek, atau pada saat hatinya sibuk dengan urusan yang lain.
  8. Mengosongkan hati dari berbagai kesibukan.
  9. Menggunakan satu mushaf saja agar dapat menguatkan hafalan, karena sebuah mushaf dengan mushaf lainnya terkadang memiliki perbedaan tata letak ayat, sehingga hal ini sangat mempengaruhi daya ingat. 
  10. Membuat target ayat dan hadits yang harus dihafalkan setiap hari. Untuk tahap awal, tak perlu banyak-banyak. Yang penting bisa konsisten. Baru setelah itu ditambah sedikit demi sedikit.
  11. Berkemauan tinggi, bersungguh-sungguh, dan terus mengulangi pelajaran agar berhasil menghafal.
  12. Tidak putus asa dengan jeleknya kemampuan menghafal dan terus mengulang-ulang pelajaran.
  13. Mengulangi pelajaran dengan suara yang dapat didengarnya karena proses mendengarkan dapat membantu kita dalam menghafal.
  14. Menggunakan bantuan pena atau kertas untuk menyusun segala apa yang dapat membantunya dalam menghafal, atau bisa juga mengulang-ulang pelajaran dengan cara ditulis.
  15. Mempergunakan indera penglihatan (mata) secara maksimal untuk membantu hafalan. Hal ini terbukti apabila kita sering melihat sesuatu, maka hal tersebut akan lebih mudah terekam dan tertancap dalam hati. Amatilah dan cermati baik-baik huruf demi huruf yang ada dalam mushaf al-Qur'an atau kitab matan hadits. Insya Allah akan lebih memudahkan untuk memunculkan kembali ingatan kita terhadap teks ayat atau hadits tersebut. 
  16. Makanan yang dikonsumsi harus halal dari hasil usaha yang halal pula.
  17. Mengonsumsi madu atau kismis dipercaya dapat memperbaiki hafalan.
  18. Memperdengarkan semampunya ayat atau hadits yang telah dihafalkan kepada seorang ustadz yang bacaan dan hafalannya baik.
  19. Berhati-hati dari perasaan riya' (ingin dilihat), sum'ah (ingin didengar), dan bisikan-bisikan syaithan.
  20. Mendengarkan lantunan tilawah al-Qur'an dari qari' yang hafizh dan bagus bacaannya.
  21. Mengulang-ulang ayat yang dihafal secara terjadwal dan berusaha untuk disiplin.
  22. Mengulang-ulang ayat atau hadits yang dihafal sambil melakukan aktivitas yang ringan, misalnya sambil berjalan, duduk, dan yang lainnya.
  23. Membaca ayat yang baru dihafalkan dalam shalat (utamanya shalat tahajjud), karena dapat lebih melekatkan hafalan.
  24. Membaca terjemah dan tafsir atau syarah (penjelasan) dari ayat dan hadits yang telah dihafalkan.
  25. Bersikaplah cermat terhadap ayat-ayat atau hadits yang memiliki kesamaan lafadz, tetapi pada hakikatnya ada sedikit perbedaan.
  26. Jika hafalan telah bertambah, maka jangan pernah lupa untuk tetap mengulang-ulang ayat atau hadits yang dahulu pernah dihafalkan.
  27. Berdoalah kepada Allah dengan ikhlas agar diberikan kemudahan dan bisa istiqamah dalam menghafal.
------------------------------------
Footnote:
[1] Tadzkiratus Saami' wal Mutakallim fii Aadaabil 'Aalim wal Muta'allim (hal. 119), karya Imam Ibnu Jama'ah rahimahullah.
 
***************************
Disarikan dari buku:

# Panduan Menuntut Ilmu, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
# Khairu Mu'in fi Hifdzi al-Qur'an Al-Karim, karya Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi
# Al-Hatstsu 'ala Hifzh Al-'Ilm wa Dzikr Kibar Al-Huffazh, karya Ibnul Jauzi
 
dikutip dari : http://www.study-islam.web.id

Pengantar Bisnis Semester 1

Pengantar Bisnis Semester 1

Pada postingan kali ini saya akan membuat tulisan mengenai Pengantar Bisnis, mata kuliah ini saya dapat dari Dosen saya Bapak Drs. Ali Ramadhan, MSi (mohon maaf bila ada salah penulisan nama dan gelar).

Pengertian Bisnis

Bisnis dalam pengertiannya adalah usaha atau perusahaan yang dimana si pelakunya ingin mendapat keuntungan seraca ekonomi. Bisnis lebih ditekankan kepada pelaku jual beli baik secara tunai maupun kredit, dengan strategi bisnis kita bisa melakukan riset pasar, meramal sebuah perusahaan atau lembaga bisnis lainya apakah akan mengalami kemajuan atau kemunduran (Dinamis) sesuai siklus ekonomi pasar.

Faktor Perubahan Ekonomi

Yang menjadi faktor perubahan ekonomi yaitu akibat :
  1. adanya era Globalisasi Pasar (Pasar Bebas)
  2. adanya era Teknologi (Informasi)
Pengertian Globalisasi Pasar (Pasar Bebas) adalah dimana adanya kegiatan bisnis yang tidak mengenal batas wilayah, dampaknya ialah yang terkuatlah yang bertahan dan yang paling memiliki marketable value.

Pengertian Teknologi (Informasi) adalah dimana adanya kegiatan bisnis tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui media Informasi (IT) yaitu melalui iklan dan situs online. Sebagai contoh kita sering menjumpai situs-situs iklan maupun jual beli di internet, itu menandakan si pelaku bisnis sudah tidak perlu memiliki subuah toko atau galery yang cukup besar dan mewah karena sudah tergantikan dengan media online.

Ada juga yang mempunyai toko atau galery yang besar dan mewah tapi masih tetap menggunakan media informasi, tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak pengujung atau konsumen untuk membeli produknya, karena di era seperti ini semua kegiatan bisnis tidak bisa lepas dari media informasi salah satunya ialah teknologi informasi.

Kesimpulan :
Pelaku bisnis tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi untuk memasarkan produknya, maka dari itu sekarang sarana teknologi informasi semakin mudah untuk kita dapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Kita bisa beriklan dengan biaya yang murah dengan cara membagikan selebaran di setiap stopan jalan (traffic light) maupun di tempat-tempat wisata atau belanja yang banyak dikunjungi orang.

Kita bisa beriklan bahkan langsung memasarkan produk yaitu melalui media internet, contoh : melalui domain web, facebook, twitter, blog, dll.

Penomena Dampak Perubahan

Penomena dampak perubahan adalah :

1. Kekuasaan beralih ke konsumen;
Akibat dari penomena ini produsen dituntut untuk lebih jeli dalam menentukan jenis atau model yang akan diproduksinya yaitu dengan cara melakukan riset pasar, korespondensi dan promosi quiz di tempat-tempat strategis (biasanya di mall) guna mendapatkan informasi mengenai produknya.

2. Skala produksi besar tidak harus dilakukan;
Dengan banyaknya produk serupa, maka produksi skala besar tidak mungkin dilakukan sehingga harus mencari cara agar produksinya bisa besar dan konsumen merasa puas yaitu dengan cara menjaga kualitas barang/produk yang baik, pesanan layanan antar (delivery service) dengan penawaran harga terjangkau/bersaing serta cara-cara lain yang dimaksudkan untuk menarik minat konsumen.

3. Batasan wilayah negara bukan lagi kendala;
Saat ini dinegara kita telah banyak aktifitas bisnis dari berbagai kalangan lintas negara, mereka berasal dari Cina, Malaysia, Singapura dll.

4. Teknologi cepat ditiru;
Saat ini teknologi begitu cepat untuk ditiru, contoh yang paling dominan adalah handphone/gadget dengan harga jual yang jauh lebih murah dari model pertama yang dikeluarkan oleh produsen besar.

5. Setiap saat muncul pesaing;
Secara tidak disadari dari hasil tiruan tersebut, pesaing-pesaing semakin banyak dan kalau tidak ditangani dengan cermat para produsen pelopor akan kalah bersaing.

6. Meningkatnya sensitivitas pada konsumen.
Diakibatkan dari kejadian diatas, otomatis akan menimbulkan berbagai pertimbangan bagi kalangan konsumen, mereka tentunya akan lebih selektif terhadap suatu produk atau barang yang akan mereka beli.

Pertanyaan :
Apakah negara kita perlu mengikuti era pasar bebas?
Apa tujuannya?
Apa keuntungan yang diperoleh?
Apa kerugian yang diperoleh?

Sebagai contoh negara yang tidak mengikuti pasar bebas adalah cina, mereka membatasi masuknya barang-barang dari negara lain (misal Indonesia), sedangkan di negara kita produk dari cina begitu melimpah dengan harga mengalahkan produksi dalam negeri.

Dampak Bagi Perusahaan

Apa dampaknya bagi perusahaan/produsen bila hal-hal demikian terjadi?
1. Perlu manganalisis pasar;
2. Mengenali peluang pasar;
3. Merumuskan strategi pemasaran;
4. Mengembangkan taknik;
5. Menyusun anggaran
Semuanya untuk memenuhi harapan konsumen.

Ilmu Ekonomi

Definisi : Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Fokus utama : hubungan keinginan manusia dengan faktor-faktor produksi.

1. Faktor-Faktor Produksi

Faktor-faktor produksi adalah :
1. Sumber daya alam (SDA);
2. Sumber daya manusia (SDM);
3. Model
4. Kewirausahaan

2. Tujuan Ekonomi

Tujuan ekonomi adalah bagaimana menggunakan faktor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimal kepada individu dan masyarakat.

3. Persoalan Ekonomi

Ada beberapa persoalan yang mesti dicari pemecahan persoalannya, yaitu :
1. Barang dan jasa apa yang seharusnya dibuat (what);
2. Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how); dan
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom).

Ciri-Ciri Perusahaan

Subuah perusahaan harus memperhatikan hal berikut :
1. Operatif = Perusahaan harus selalu ada kegiatan
2. Koordinatif = harus bekerjasama satu sama lainnya
3. Reguler = ada peraturan yang harus ditaati
4. Dinamis = Selalu ada ada kemajuan
5. Formal = selalu berbentuk organisasi
6. Lokasi = tempat perusahaan berada
7. Pelayanan bersyarat = membedakan sesuai kapasitas konsumen seperti pada tiket ada kelas ekonomi ada kelas VIP dll.

Tujuan Perusahaan

Ada dua hal tujuan perusahaan, yaitu :
1. Tujuan Ekonomis
2. Tujuan Sosial

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

  • Kepada pemilik modal/investor
  • Kepada lembaga penelitian
  • Kepada pekerja/karyawan
  • Kepada konsumen
  • Kepada Distributor
  • Kepada masyarakat
  • Kepada pemasok
  • Kepada pesaing
 

Lingkungan Perusahaan

  • Lingkungan Eksternal
  • Lingkungan Internal
 

Lingkungan Eksternal Makro

  • Alam
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sosial dan Budaya
  • Demografi
  • Hubungan Internasional
 

 Lingkungan Eksternal Mikro

  • Pemasok
  • Perantara
  • Teknologi
  • Pasar

Lingkungan Internal

  • Tenaga Kerja
  • Peralatan dan Mesin
  • Permodalan
  • Bahan Mentah
  • Sistem informasi dan administrasi
 

Fungsi-Fungsi Perusahaan (1)

  1. Fungsi Operasi
  • Pembelian dan produksi
  • Pemasaran
  • Keuangan
  • Personalia
  • Akuntansi
  • Teknologi informasi
  • Hukum dan humas

  1.  Fungsi Manajemen
  • Planning
  • Organizing
  • Actuating
  • Controling

Kesimpulan

  1. Orientasi ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia.
  2. Masalah ekonomi adalah bagaimana memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas dengan faktor produksi yang terbatas.
  3. Namun dengan keinginan manusia yang tidak terbatas roda ekonomi tetap berputar.

Belajar

BELAJAR (mencari ilmu)


Kata "BELAJAR" pengertiannya ialah sesuatu yang dilakukan manusia untuk mencapai kesuksesan, menambah ilmu pengetahuan, menambah wawasan dan menambah pengalaman diantara lingkungannya maupun diluar lingkungannya.

Allah Ta’alan berfirman:
“…… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…..” (Al Mujadilah:11)

Ibnu Abbas ra berkata : “Para ulama memperoleh beberapa derajat di atas kaum mu’minin dengan tujuh ratus derajat yang mana antara dua derajat itu perjalanan lima ratus tahun.

(Fathir:28)
“….. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab” (Ar Rad:43)

Abul Aswad berkata : “Tidak ada sesuatu yang lebih utama dari pada ilmu. Para raja itu memerintah manusia (orang kebanyakan), sedangkan para ahli ilmu itu memerintah para raja”.

Dari ke empat keterangan tersebut diatas menyatakan bahwa ilmu itu lebih penting daripada harta dan tahta karena akan sia-sia seorang pemimpin bila tidak mempunyai ilmu, akan sia-sia seorang jutawan (pengusaha, org kaya) bila tidak mempunyai ilmu.

Mari kita renungkan, apakah kita telah memiliki banyak ilmu? pasti jawabanya belum, karena manusia itu diberi akal jadi rasa keingintahuan besar. Untuk itu guna menambah ilmu dan wawasan mari kita belajar.

Jumat, 25 Oktober 2013

Cara Membuat Blog

Pada postingan pertama ini saya akan membuat tulisan mengenai cara membuat blog untuk materinya saya mengambil dari blog link disini.

selamat berkarya